Gambaran Faktor Resiko Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Tahun 2024

Murbarani, Yekti (2025) Gambaran Faktor Resiko Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Tahun 2024. S1 thesis, unw.

[img] Text
ABSTRAK YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (148kB)
[img] Text
BAB 1 YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (184kB)
[img] Text
BAB 3 YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (278kB)
[img] Text
BAB 5 YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (126kB)
[img] Text
LAMPIRAN YEKTI - yekti murbarani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN DEPAN YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (576kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL YEKTI - yekti murbarani.pdf

Download (129kB)
[img] Text
ARTIKEL YEKTI - yekti murbarani.docx
Restricted to Registered users only

Download (83kB) | Request a copy
[img] Text
SKRIPSI LENGKAP YEKTI - yekti murbarani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SKRIPSI LENGKAP YEKTI - yekti murbarani.docx
Restricted to Registered users only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text
LOOGBOOK LAPORAN BIMBINGAN SKRIPSI_YEKTI MURBARANI_157241097 - yekti murbarani.pdf

Download (488kB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi mencapai 50% di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 28% (SKI 2023), dengan kejadian tertinggi pada usia 15-24 tahun (84,6%). Di Kalimantan Utara, angka kejadian mencapai 47,26%. Data Puskesmas Tanjung Palas menunjukkan peningkatan kasus anemia dari 13% (2022) menjadi 46% pada trimester 3 tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tanjung Palas tahun 2024. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 115 ibu hamil yang tercatat mengalami anemia di wilayah Puskesmas Tanjung Palas pada tahun 2024, yang diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi kejadian anemia berdasarkan faktor usia, paritas, penyakit penyerta, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang mengalami anemia berada pada kelompok usia remaja dan dewasa awal. Anemia sedang (62,6%) merupakan jenis anemia yang paling banyak ditemui, diikuti oleh anemia ringan (37,4%). Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe sangat mempengaruhi tingkat keparahan anemia, dengan ibu yang tidak patuh cenderung mengalami anemia lebih berat. Kesimpulan: Kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas cukup tinggi, terutama pada usia remaja dan dewasa awal. Peningkatan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe dan edukasi gizi yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Background: Anemia in pregnant women is a global health problem with a high prevalence reaching 50% worldwide. In Indonesia, the prevalence of anemia in pregnant women is 28% (SKI 2023), with the highest incidence in the 15-24 age group (84.6%). In North Kalimantan, the incidence reached 47.26%. Data from the Tanjung Palas Community Health Center shows an increase in anemia cases from 13% (2022) to 46% in the third trimester of 2024. This study aims to describe the incidence of anemia in pregnant women in the Tanjung Palas Community Health Center area in 2024. Objective: This study aims to determine the description of anemia incidence in pregnant women in the working area of Puskesmas Tanjung Palas in 2024. Methods: This research employs a quantitative method with a descriptive design. The sample consists of 115 pregnant women diagnosed with anemia in the working area of Puskesmas Tanjung Palas in 2024, selected using total sampling. Data were analyzed descriptively to understand the distribution of anemia based on factors such as age, parity, comorbidities, and adherence to iron tablet consumption. Results: The results show that most pregnant women with anemia are in the adolescent and early adulthood age groups. Moderate anemia (62.6%) is the most prevalent, followed by mild anemia (37.4%). Adherence to iron tablet consumption significantly impacts the severity of anemia, with non-adherent women tending to have more severe anemia. Conclusion: The incidence of anemia in pregnant women in the working area of Puskesmas Tanjung Palas is high, particularly among adolescents and early adulthood. Increasing adherence to iron tablet consumption and continuous nutrition education are necessary to reduce the prevalence of anemia in pregnant women.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIDNEmail
Thesis advisorNasifah, Isrinidn0601028002library@unw.ac.id
Keywords: anemia, ibu hamil, kepatuhan, tablet Fe, paritas, Puskesmas
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas UNW > S1 Kebidanan
User Id: UPT Perpustakaan 7
Date Deposited: 25 May 2026 08:06
Last Modified: 25 May 2026 08:06
URI: http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/5877

Actions (login required)

View Item View Item