Sukendarti, Tri Wahyuni (2025) Hubungan Antara Usia Ibu Saat Melahirkan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Kranggan Kabupaten Temanggung Tahun 2025. S1 thesis, unw.
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti _157241141_abstrakpdf - endar sukendarti.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti _157241141_bab_I - endar sukendarti.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti _157241141_bab_III - endar sukendarti.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti _157241141_bab_V - endar sukendarti.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_lampiranbelakang - endar sukendarti.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_lampirandepan - endar sukendarti.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_Pengesahanartikel - endar sukendarti.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_Artikeldoc. - endar sukendarti.docx Restricted to Registered users only Download (29kB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_fulltextdoc. - endar sukendarti.docx Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_fulltextpdf - endar sukendarti.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Wahyuni Sukendarti_157241141_lembarkonsul - endar sukendarti.pdf Download (851kB) |
Abstract
Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Usia ibu saat melahirkan telah diketahui menjadi salah satu faktor risiko yang memengaruhi kejadian BBLR. Ibu yang melahirkan pada usia <20 tahun dan >35 tahun memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan dengan ibu usia 20–35 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu saat melahirkan dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kranggan Kabupaten Temanggung tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir di wilayah Puskesmas Kranggan tahun 2023–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus (21 bayi BBLR) dan kontrol dua kali jumlah kasus (42 bayi non-BBLR), sehingga total sampel sebanyak 63 responden. Data diperoleh dari data sekunder register ibu dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat melahirkan dengan kejadian BBLR (p-value = 0,000). Ibu yang melahirkan pada usia <20 tahun dan >35 tahun memiliki risiko 18 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang melahirkan pada usia 21–35 tahun (OR = 18,063; 95% CI: 4,768–68,567). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat melahirkan dengan kejadian BBLR. Diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menekan angka kehamilan pada usia risiko (<20 dan >35 tahun) demi menurunkan angka kejadian BBLR. Background: Low Birth Weight (LBW) is a major contributing factor to the high infant mortality rate, particularly in developing countries such as Indonesia. Maternal age at delivery is recognized as a significant risk factor for LBW. Mothers who give birth before the age of 20 or after 35 are at greater risk of having LBW infants compared to those aged 20–35 years. Objective: This study aims to determine the relationship between maternal age at delivery and the incidence of LBW in the working area of Kranggan Public Health Center, Temanggung Regency, in 2025. Methods: This quantitative research employed a case-control design. The study population consisted of all infants born in the Kranggan Public Health Center area from 2023 to 2024. Total sampling was used for the cases (21 LBW infants) and controls (twice the number of cases, totaling 42 non-LBW infants), resulting in 63 respondents. Data were obtained from secondary sources in the maternal register and analyzed using the Chi-Square test with a 0.05 significance level. Results: The analysis revealed a significant relationship between maternal age at delivery and LBW incidence (p = 0.000). Mothers younger than 20 or older than 35 had a 21 times higher risk of delivering LBW infants compared to mothers aged 21– 35 years (OR = 18,063; 95% CI: 4,768–68,567). Conclusion: Maternal age at delivery is significantly associated with LBW incidence. Preventive and promotive measures are needed to reduce pregnancies in high-risk age groups (<20 and >35 years) to lower the rate of LBW.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Usia Ibu, Kehamilan Risiko Tinggi,Case Control, Puskesmas Kranggan | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > S1 Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan 7 | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 03:21 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Apr 2026 03:21 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/5628 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
