Margareta, Marisa (2025) Gambaran Perilaku Ibu Hamil Dengan Anemia Di Wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Selor Tahun 2025. S1 thesis, unw.
|
Text
Abstract skripsi - Marisa Margareta.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
bab 1- marisa - Marisa Margareta.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
bab 3- marisa - Marisa Margareta.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
bab 5- marisa - Marisa Margareta.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
lampiran belakang-FIKS - Marisa Margareta.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
lampiran depan - Marisa Margareta.pdf Download (569kB) |
|
|
Text
Lembar pengesahan-artikel Marisa - Marisa Margareta.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
ARTIKELword_Marisa Margareta - Marisa Margareta.doc Restricted to Registered users only Download (118kB) | Request a copy |
|
|
Text
fiks-Pasca Ujian _marisa - Marisa Margareta.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
fiks-Pasca Ujian _marisa - Marisa Margareta.doc Restricted to Registered users only Download (16MB) | Request a copy |
|
|
Text
LEMBAR KONSULTASI - Marisa Margareta.pdf Download (248kB) |
Abstract
Latar Belakang: Salah satu masalah kesehatan ibu hamil yang masih menjadi tantangan di Indonesia adalah anemia, terutama anemia defisiensi besi. Anemia pada kehamilan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui peningkatan risiko perdarahan, infeksi, kelahiran prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), serta stunting. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 27,7%, meskipun terjadi penurunan dari 48,9% pada tahun 2018. Di UPTD Puskesmas Tanjung Selor, jumlah kasus anemia pada ibu hamil masih tinggi, yaitu 206 orang pada tahun 2023, meningkat menjadi 294 orang pada tahun 2024, dan per Maret 2025 tercatat 127 orang. Hasil wawancara pendahuluan menunjukkan sebagian ibu hamil dengan anemia memiliki pengetahuan gizi yang rendah, tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), serta memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh yang menghambat penyerapan zat besi.Tingginya kasus anemia pada ibu hamil di wilayah tersebut meskipun telah dilakukan penyuluhan dan pemberian TTD menunjukkan adanya masalah perilaku dan karakteristik individu yang perlu dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan karakteristik dan perilaku ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan yang lebih efektif. Tujuan Penelitian : Mendeskripsikan perilaku ibu hamil dengan anemia di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan perilaku ibu hamil dengan anemia. Populasi adalah seluruh ibu hamil penderita anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor tahun 2024. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan viii tindakan terkait anemia, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Penelitian melibatkan 40 ibu hamil dengan anemia. Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (75%), berpendidikan SMA (55%), tidak bekerja (70%), dan memiliki paritas 1–2 anak (62,5%). Sebagian besar memiliki status gizi normal (67,5%), tanpa penyakit penyerta (80%), dan tidak memiliki riwayat anemia sebelumnya (72,5%).Perilaku responden menunjukkan bahwa 60% memiliki pengetahuan cukup tentang anemia, 57,5% memiliki sikap positif terhadap pencegahan anemia, namun hanya 45% yang menunjukkan tindakan baik seperti patuh mengonsumsi tablet tambah darah dan menghindari minuman penghambat penyerapan zat besi. Simpulan: Mayoritas ibu hamil dengan anemia di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Selor berusia 20–35 tahun, berpendidikan SMA, tidak bekerja, memiliki paritas rendah, dan status gizi normal. Sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan sikap positif terkait anemia, namun tindakan pencegahan, seperti kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah dan menghindari minuman penghambat penyerapan zat besi, masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pendampingan untuk mengubah perilaku menjadi lebih sehat. Background: One of the persistent maternal health problems in Indonesia is anemia, particularly iron deficiency anemia. Anemia during pregnancy contributes to the high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) by increasing the risk of hemorrhage, infection, preterm birth, low birth weight (LBW), and stunting. Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) show that the prevalence of anemia among pregnant women is 27.7%, despite a decrease from 48.9% in 2018. At UPTD Puskesmas Tanjung Selor, the number of anemia cases among pregnant women remains high, with 206 cases in 2023, increasing to 294 in 2024, and 127 cases recorded as of March 2025. Preliminary interviews revealed that some pregnant women with anemia had low nutritional knowledge, poor compliance in consuming iron tablets (TTD), and habits of drinking coffee and tea, which inhibit iron absorption. The persistence of high anemia cases in this area despite counseling and provision of TTD indicates behavioral and individual characteristic issues that need to be assessed. Therefore, this study aims to describe the characteristics and behaviors of pregnant women with anemia in the UPTD Puskesmas Tanjung Selor working area as a basis for planning more effective health interventions. Objective: To describe the behavior of pregnant women with anemia in the UPTD Puskesmas Tanjung Selor area. Methods: This study employed a quantitative descriptive design to illustrate the behavior of pregnant women with anemia. The population consisted of all pregnant women with anemia in the UPTD Puskesmas Tanjung Selor working area in 2024. The sample was taken using a total sampling technique, comprising 40 respondents. Data were collected using a questionnaire covering knowledge, attitudes, and practices related to anemia, and analyzed descriptively in the form of frequency distributions and percentages. Results: The study involved 40 pregnant women with anemia. The majority were aged 20–35 years (75%), had a senior high school education (55%), were x unemployed (70%), and had 1–2 children (62.5%). Most had normal nutritional status (67.5%), no comorbidities (80%), and no previous history of anemia (72.5%). In terms of behavior, 60% had a moderate level of knowledge about anemia, 57.5% had a positive attitude toward anemia prevention, but only 45% demonstrated good practices such as regularly consuming iron tablets and avoiding drinks that inhibit iron absorption. Conclusion: Most pregnant women with anemia in the UPTD Puskesmas Tanjung Selor area were aged 20–35 years, had a senior high school education, were unemployed, had low parity, and normal nutritional status. While most had adequate knowledge and a positive attitude toward anemia, preventive practices—such as compliance with iron tablet consumption and avoiding inhibitors of iron absorption—were still relatively low. These findings highlight the need for enhanced education and support to promote healthier behaviors.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Perilaku, Anemia, Ibu hamil | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > S1 Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan 7 | ||||||||
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 02:34 | ||||||||
| Last Modified: | 01 Apr 2026 02:34 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/5492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
