SAFA’ATILAH, ERLIN (2026) Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Pada Ny. F G2P1A0 Umur 32 Tahun dengan Plasenta Letak Rendah Di Desa Candiroto. Other thesis, Universitas Ngudi Waluyo.
|
Text
FIKS ARTIKEL _ ERLIN SAFAATILAH _ 167251058_ ASUHAN KEBIDANAN COC PADA NY. F G2P1A0 UMUR 32 TAHUN DENGAN PLASENTA LETAK RENDAH DI PUSKESMAS CANDIROTO - Saskia Inggar Pertiwi.docx Restricted to Registered users only Download (107kB) |
|
|
Text
COC ERLIN SAFA PDF - Saskia Inggar Pertiwi.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebab utama AKI meliputi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi, sedangkan AKB banyak disebabkan oleh prematuritas, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, dan infeksi neonatal. Salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko menyebabkan perdarahan adalah plasenta letak rendah yang dapat menimbulkan perdarahan antepartum, persalinan prematur, hingga komplikasi pada ibu dan bayi. Upaya penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan melalui penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. F usia 32 tahun G2P1A0 dengan plasenta letak rendah di wilayah kerja Puskesmas Candiroto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Subjek penelitian adalah satu ibu hamil yang diikuti mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir/neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi buku KIA, dan pendokumentasian SOAP. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 November 2025 sampai 19 Maret 2026. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada masa kehamilan ditemukan komplikasi plasenta letak rendah disertai perdarahan antepartum berulang sehingga dilakukan rujukan dan kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Persalinan dilakukan pada usia kehamilan 34 minggu 4 hari dengan indikasi plasenta letak rendah disertai perdarahan antepartum berulang. Bayi lahir prematur dengan berat badan lahir 2.200 gram dan mengalami asfiksia ringan, namun kondisi bayi membaik setelah dilakukan penanganan awal dan pemantauan berkelanjutan. Asuhan nifas dilakukan sebanyak 4 kali kunjungan dengan hasil kondisi ibu dalam keadaan baik tanpa komplikasi. Asuhan bayi baru lahir dan neonatus menunjukkan pertumbuhan dan adaptasi bayi berjalan baik. Pelayanan keluarga berencana dilakukan dengan pemilihan KB implan sesuai kondisi dan kebutuhan ibu. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan Continuity of Care efektif dalam membantu deteksi dini komplikasi, pemantauan kondisi ibu dan bayi secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan melalui kolaborasi dan rujukan yang tepat. Selain itu, pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada kasus ini telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Continuity of Care, plasenta letak rendah, perdarahan antepartum, asuhan kebidanan komprehensif. | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > Profesi Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan UNW 11 | ||||||||
| Date Deposited: | 04 Nov 2026 06:13 | ||||||||
| Last Modified: | 04 Nov 2026 06:13 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/7068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
