IRIANA, UMI BEKTI (2026) Asuhan Kebidanan Continuity of Care ( CoC ) Pada Ny R G1P0A0 usia 21 di Wilayah Kerja Puskesmas Kesesi I. Other thesis, Universitas Ngudi Waluyo.
|
Text
Artikel ok - Umi bekti Iriana.docx Restricted to Registered users only Download (41kB) |
|
|
Text
LAPORAN COC_UMI BEKTI IRIANA_167251067 - Umi bekti Iriana.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari, sekitar 830 wanita meninggal karena sebab yang dapat dicegah terkait dengan kehamilan dan persalinan, hal itu dikarenakan komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari. Komplikasi yang menyebabkan kematian ibu yaitu perdarahan hebat setelah melahirkan, infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre- eklampsia dan eklampsia), komplikasi dari persalinan, dan aborsi yang tidak aman (WHO, 2019). Salah satu strategi efektif untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan asuhan kebidanan secara berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Asuhan CoC memungkinkan bidan untuk memantau ibu secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Dengan asuhan yang berkelanjutan, deteksi dini terhadap tanda bahaya dapat dilakukan lebih cepat sehingga rujukan tepat waktu dapat dilaksanakan (WHO,2016). Penelitian ini menggunakan metode kasus deskriptif pada Ny. R, usia 22 tahun G1P0A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di wilayah kerja Puskesmas Kesesi I. Asuhan diberikan mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, perawatan bayi Baru Lahir, masa nifas hingga pelayanan keluarga berencana. Tindakan meliputi pengkajian lengkap, pemeriksaan ANC sesuai standar 10T, pemantauan persalinan, perawatan nifas fisiologis, pemantauan tumbuh kembang bayi, serta konseling KB. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin dan edukasi prenatal yoga juga disertakan sesuai kebutuhan ibu. Seluruh proses kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan bayi. Produksi ASI meningkat setelah pemberian pijat oksitosin, bayi memiliki adaptasi yang baik, dan ibu memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi pascasalin. Asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan asuhan komplementer seperti pijat oksitosin turut membantu optimalisasi pemberian ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu. Layanan CoC perlu terus diterapkan sebagai upaya strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Continuity of Care, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB. | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > Profesi Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan UNW 11 | ||||||||
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 06:59 | ||||||||
| Last Modified: | 03 Nov 2026 06:59 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/7049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
