Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. PSB G1P0A0 Dengan Ketuban Pecah Dini Di RSU Banyumanik 2 Semarang

Sari, Zulika Lukita (2026) Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. PSB G1P0A0 Dengan Ketuban Pecah Dini Di RSU Banyumanik 2 Semarang. Other thesis, Universitas Ngudi Waluyo.

[img] Text
artikel_CoC_Zulika Lukita Sari_Submit - Zulika Lukita Sari.docx
Restricted to Registered users only

Download (55kB)
[img] Text
COC_Zulika Lukita Sari_Upload - Zulika Lukita Sari.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Continuity of Care (CoC) dalam kebidanan adalah pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi, terutama dalam asuhan kebidanan, yang memastikan pasien menerima perawatan yang komprehensif dan terpadu mulai dari awal kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga program keluarga berencana. Pemberian asuhan kebidanan yang berkelanjutan (CoC) bertujuan untuk membangun hubungan yang terpercaya antara pasien dan tenaga kesehatan, sehingga dapat memantau kondisi pasien secara optimal, mendeteksi masalah dan komplikasi sedini mungkin, meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan mendokumentasikan asuhan tersebut dalam bentuk SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, Penatalaksanaan). Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi dalam memantau perkembangan kondisi ibu dan bayi. Penelitian ini dimulai sejak 16 Mei 2025 sampai dengan 19 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. PSB sejak dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai dengan KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 10 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Pada kehamilan trimester II tidak ada keluhan saat kunjungan ANC, sedangkan pada kunjungan ANC trimester III mengeluh nyeri punggung. Untuk menangani keluhan tersebut, maka diberikan terapi akupresur. Pada proses persalinan Ny. PSB mengalami ketuban pecah dini, inersia uteri, dan nyeri persalinan sehingga diberikan antibiotik, uterotonika dan terapi komplementer (akupresur dan counter pressure). Setelah dilakukan observasi inpartu selama 7 jam, bayi lahir pervaginam. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, pengeluaran pervaginam dalam batas normal, robekan perineum derajat 2 dan ASI sudah keluar. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri dalam batas normal. Ny. PSB memutuskan menggunakan kontrasepsi kondom dan metode amenore laktasi.

Item Type: Thesis (Other)
Contributors:
ContributionContributorsNIDNEmail
Thesis advisorChristiani, Niniknidn0607118001library@unw.ac.id
Keywords: Asuhan kebidanan, CoC, Ketuban Pecah Dini
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas UNW > Profesi Kebidanan
User Id: UPT Perpustakaan UNW 11
Date Deposited: 03 Nov 2026 02:17
Last Modified: 03 Nov 2026 02:17
URI: http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/7012

Actions (login required)

View Item View Item