Rosalin, Rosalin (2025) Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Umur 36 Tahun G4P3A0 dengan Mobilisasi Dini Post Operasi Sectio Secaria (SC) di Puskesmas Penajam. Other thesis, Universitas Ngudi Waluyo.
|
Text
artikel rosalin - Rosalin.docx Restricted to Registered users only Download (87kB) |
|
|
Text
DOC-20250717-WA0017. - Rosalin.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh, dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pemilihan kontrasepsi. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi komplikasi yang mungkin dialami ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga penggunaan KB. Persalinan bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis, persalinan patologis kadang membutuhkan Tindakan pembedahan sectio caesarea, di seluruh dunia angka rata-rata operasi caesar adalah 5–15% per 1000 kelahiran. Salah satu metode melahirkan adalah sectio caesarea, yang dilakukan dengan cara membuat sayatan untuk membuka dinding perut dan dinding uterus untuk mengeluarkan janin. Pelatihan mobilisasi dini sangat penting untuk pemulihan yang lebih cepat. Namun, ada sejumlah alasan mengapa ibu ragu untuk mulai melakukan mobilisasi dini. Upaya untuk mempercepat mobilisasi dini sangat penting untuk pemulihan yang lebih cepat. Di Puskesmas Penajam, metode asuhan kebidanan dilaksanakan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Pada kasus Ny. R, asuhan kebidanan diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, perawatan neonatus, hingga pemilihan KB, dengan frekuensi kunjungan sebagai berikut: kehamilan (3 kali), persalinan (1 kali), nifas (4 kali), neonatus (3 kali), dan KB (1 kali). Selama kehamilan, Ny. R mengeluhkan nyeri punggung, sehingga penanganan yang diberikan meliputi konseling mengenai penyebab nyeri punggung, penerapan body mechanic yang tepat, serta dampak kehamilan di atas usia 35 tahun. Proses persalinan dilakukan melalui sectio caesarea karena rencana ibu untuk menggunakan KB Tubektomi. Pada masa nifas 6 jam dilakukan mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea dimulai pada 6 jam pertama dengan tirah baring sambil menggerakkan lengan, tangan, jari kaki, pergelangan kaki, tumit, otot betis, serta menekuk dan menggeser kaki. Setelah 6-10 jam, ibu dianjurkan miring kiri-kanan untuk mencegah thrombosis, lalu setelah 8-12 jam mulai belajar duduk. Dalam 24 jam, ibu dapat belajar duduk dan berjalan, tergantung ada tidaknya komplikasi, dengan batas maksimal mobilisasi 24-48 jam pascaoperasi. Pada masa nifas hari ke-3, Ny. R mengalami masalah produksi ASI yang sedikit, sehingga diberikan asuhan berupa pijat oksitosin. Sementara itu, dalam asuhan KB, ibu telah mendapatkan konseling dan memutuskan untuk menggunakan metode Tubektomi. Melalui penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. R selama masa hamil, bersalin, nifas, perawatan bayi baru lahir, dan KB, diharapkan bidan dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam memberikan pelayanan sesuai standar profesi. Selain itu, penerapan manajemen kebidanan yang tepat juga perlu dipertahankan guna menjamin kualitas asuhan yang optimal di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Kebidanan Komprehensif, mobilisasi dini, post sectio caesarea | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > Profesi Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan UNW 11 | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 07:09 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Oct 2026 07:09 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/6800 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
