Irwanto, Irwanto (2026) EFEKTIVITAS MEDIASI PENAL DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM. S1 thesis, Universitas Ngudi Waluyo.
|
Text
IRWANTO-117232012-PENGESAHAN - TULKHA HASAN.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-ABSTRAK - TULKHA HASAN.pdf Download (11kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-LEMBARKONSUL - TULKHA HASAN.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-ARTIKELDOC - TULKHA HASAN.docx Restricted to Registered users only Download (154kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-FULLTEXTDOC - TULKHA HASAN.docx Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-FULLTEXTPDF - TULKHA HASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-BAB-I - TULKHA HASAN.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-DAFARPUSTAKA - TULKHA HASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-BAB-III - TULKHA HASAN.pdf Download (10kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-BAB-V - TULKHA HASAN.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-LAMPIRANDEPAN - TULKHA HASAN.pdf Download (837kB) |
|
|
Text
IRWANTO-117232012-LAMPIRANBELAKANG - TULKHA HASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (463kB) |
Abstract
Penegakan hukum di Indonesia pada umumnya dilakukan melalui mekanisme litigasi yang berujung pada pemidanaan. Namun, dalam praktiknya, proses tersebut seringkali dinilai tidak efisien, memakan waktu, serta kurang memberikan kepuasan bagi para pihak yang berperkara, khususnya dalam kasus tindak pidana ringan. Oleh karena itu, diperlukan terobosan hukum melalui pendekatan mediasi penal, yang merupakan bentuk penerapan keadilan restoratif (restorative justice) dalam sistem peradilan pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas mediasi penal dalam penyelesaian tindak pidana ringan sebagai upaya mewujudkan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak yang terlibat. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan konseptual dan peraturan perundang-undangan, serta studi literatur terhadap berbagai regulasi seperti KUHP, KUHAP, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi penal efektif diterapkan pada tindak pidana ringan seperti penganiayaan ringan, pencurian ringan, dan penipuan ringan. Mekanisme ini memberikan ruang bagi korban dan pelaku untuk mencapai kesepakatan damai melalui fasilitasi aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, yang berperan sebagai mediator. Penerapan mediasi penal mampu mempercepat proses penyelesaian perkara, mengurangi beban pengadilan, serta menumbuhkan kesadaran hukum di masyarakat. Selain itu, pendekatan ini juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan budaya musyawarah yang berlandaskan asas keadilan dan kemanfaatan hukum. Dengan demikian, mediasi penal menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kepastian hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan sosial, bukan sekadar penghukuman. Penerapan yang optimal memerlukan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan sosialisasi yang luas kepada masyarakat agar mediasi penal dapat berfungsi secara efektif dalam sistem hukum pidana Indonesia.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Mediasi Penal; Tindak Pidana Ringan; Keadilan Restoratif; Kepastian Hukum; Diskresi Kepolisian; | ||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > S1 Ilmu Hukum | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan UNW | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 15:34 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 15:34 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/6164 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
