TANJUNG, TRI AKBAR (2025) KARYA KINERJA INOVASI KARTU PEMANTAUAN ATURAN MINUM OBAT (PARU) PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS RANTAU PULUT II KABUPATEN SERUYAN. S1 thesis, Universitas Ngudi Waluyo.
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_Abstrack - Ahmad Ridwan.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung _017241025_ Halaman Judul - Ahmad Ridwan.pdf Download (35kB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241015_Lampiran Depan - Ahmad Ridwan.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_BAB_I - Ahmad Ridwan.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_Bab_III - Ahmad Ridwan.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_107241025_Bab_V - Ahmad Ridwan.pdf Download (32kB) |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_Daftar Pustaka - Ahmad Ridwan.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_Lampiran Belakang - Ahmad Ridwan.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung 017241025_ Full Text Karya Kinerja - Ahmad Ridwan.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung _017241025_ Full Text Karya Kinerja - Ahmad Ridwan.docx Restricted to Registered users only Download (22MB) | Request a copy |
|
|
Text
Tri Akbar Tanjung_017241025_Lembar Konsultasi - Ahmad Ridwan.pdf Download (305kB) |
Abstract
Latar belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua tertinggi jumlah kasus TBC setelah India. Salah satu tantangan utama dalam pengendalian TBC adalah rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan yang berlangsung cukup lama, yakni 6–8 bulan sejumlah 79%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rantau Pulut II Kabupaten Seruyan, di tahun 2022 terdapat 13 Kasus TBC yang tercatat dan 7 pasien diantaranya putus obat) dan di tahun 2024 terdapat 16 Kasus TBC yang tercatat dan semua pasien TBC selesai pengobatan atau tuntas (Setelah adanya kartu Paru). Salah satu strategi yang diterapkan di Puskesmas Rantau Pulut II untuk mengatasi masalah ini adalah intervensi melalui penggunaan kartu paru sebagai media pemantauan konsumsi obat harian. Karya kinerja ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan kartu paru dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TBC. Metode yang umum diterapkan dalam pelaksanaan kartu paru ini adalah pencatatan dan pelaporan struktur, Pemantauan jadwal dan kepatuhan, mengedukasi kartu paru kepada pasien dan keluarganya,melakukan kunjungan langsung kerumah pasien tuberculosis. Hasil penerapan menunjukkan bahwa penggunaan kartu paru memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien TBC. Sebagian besar responden menyatakan kartu paru membantu mengingat jadwal minum obat, mencatat konsumsi harian, dan memperkuat komunikasi dengan petugas kesehatan. Disarankan agar penggunaan kartu paru terus diimplementasikan secara konsisten, disertai dengan edukasi berkala kepada pasien dan penguatan peran petugas kesehatan sebagai pendamping. Intervensi ini terbukti sederhana, murah, dan efektif untuk meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TBC di tingkat layanan primer. Kata kunci: Tuberkulosis, kepatuhan minum obat, kartu paru, pemantauan, puskesmas.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Tuberkulosis, kepatuhan minum obat, kartu paru, pemantauan, puskesmas. | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing | ||||||||
| Divisions: | Fakultas > S1 Keperawatan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan UNW 3 | ||||||||
| Date Deposited: | 06 May 2026 08:07 | ||||||||
| Last Modified: | 06 May 2026 08:07 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/5686 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
