Setiawati, Eka (2025) Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklampsia dengan Kejadian Preeklampsia Di Puskesmas Larangan. S1 thesis, unw.
|
Text
eka setiawati_157241038_abstrakpdf - eka setiawati.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_bab_I - eka setiawati.pdf Download (296kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_bab_III - eka setiawati.pdf Download (496kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_bab_V - eka setiawati.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_lampiranbelakang - eka setiawati.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_lampirandepan - eka setiawati.pdf Download (868kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_pengesahanartikel - eka setiawati.pdf Download (76kB) |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_artikeldoc - eka setiawati.doc Restricted to Registered users only Download (116kB) | Request a copy |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_fulltextpdf - eka setiawati.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_fulltextdoc - eka setiawati.docx Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text
eka setiawati_157241038_lembarkonsultasi - eka setiawati.pdf Download (577kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kesehatan ibu hamil berperan krusial dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan ibu serta janin. Namun, kondisi fisiologis selama kehamilan yang kompleks meningkatkan risiko komplikasi, salah satunya adalah preeclampsia penyebab signifikan Angka Kematian Ibu (AKI). Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus preeklampsia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Larangan. Preeklampsia, yang belum diketahui penyebab pasti secara klinis, dapat menimbulkan dampak serius bagi ibu dan janin. Observasi di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman ibu hamil tentang preeklampsia masih rendah dan tidak merata. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia dengan kejadian preeklampsia di Puskesmas Larangan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh ibu hamil periode Januari hingga Mei 2025 sebanyak 96 orang melalui teknik total sampling. Variabel independen adalah tingkat pengetahuan ibu tentang preeklampsia, sementara variabel dependen adalah kejadian preeklampsia. Data primer diperoleh melalui kuesioner pengetahuan, sedangkan data sekunder berasal dari register KIA Puskesmas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi- square dengan SPSS versi 26. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil (47,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai preeklampsia. Sebanyak 38,5% responden mengalami kejadian preeklampsia. Uji statistik dengan chi- square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di Puskesmas Larangan, dengan nilai signifikansi p = 0,000. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia dengan kejadian preeklampsia. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu hamil sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka kejadian preeklampsia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Background: Maternal health plays a crucial role in ensuring the safety and well- being of both mother and fetus. However, the complex physiological changes during pregnancy increase the risk of complications, one of which is preeclampsia—a significant contributor to maternal mortality. Recent data show a rise in preeclampsia cases, including within the working area of Larangan Public Health Center. Preeclampsia, with its clinically uncertain etiology, can lead to serious consequences for both mother and fetus. Field observations indicate that pregnant women’s understanding of preeclampsia remains low and uneven. Based on this phenomenon, this study aims to examine the relationship between pregnant women’s level of knowledge about preeclampsia and the incidence of preeclampsia at Larangan Public Health Center. Methods: This study employed an correlational analytical design with a cross- sectional approach. The study population included all pregnant women visiting from January to May 2025, totaling 96 individuals, using a total sampling technique. The independent variable was the mother's level of knowledge about preeclampsia, and the dependent variable was the incidence of preeclampsia. Primary data were collected using a knowledge questionnaire, while secondary data were obtained from the maternal health register at the health center. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with chi-square tests using SPSS version 26. Results: The study found that the majority of pregnant women (47.9%) had a moderate level of knowledge about preeclampsia. A total of 38.5% of respondents experienced preeclampsia. Statistical analysis using the chi-square test showed a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of preeclampsia at Larangan Public Health Center (p = 0.000). Conclusion: The study concludes that there is a significant relationship between pregnant women’s knowledge about preeclampsia and the incidence of preeclampsia. These findings highlight the importance of enhancing education and counseling for pregnant women as a preventive effort to reduce the incidence of preeclampsia in primary healthcare facilities.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Keywords: | Ibu hamil, Preeklampsia, Pengetahuan | ||||||||
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics | ||||||||
| Divisions: | Fakultas UNW > S1 Kebidanan | ||||||||
| User Id: | UPT Perpustakaan 7 | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 02:51 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Apr 2026 02:51 | ||||||||
| URI: | http://repository2.unw.ac.id/id/eprint/5572 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
